Penulis : Eko Prasetyo
Penyunting : --
Ilustrator : Rano Bukan Karno, Ferry
Harga : Rp 24000,-
Stok : Tidak Tersedia
Pengantar : --
Epilog : --
Kontributor : --
Cetakan : I, Nopember 2004
Ukuran : 15 x 21
Halaman : vi-146
ISBN : 979-3723-02-5
Klik di sini untuk membaca resensi di media.
Kesehatan memang mahal. Ongkos obat dan rumah sakit membumbung tanpa kontrol. Adanya penyakit membuat banyak pihak mendapat untung. Sudah biayanya mahal, setiap kesalahan medis sangat sulit untuk diadili. Mahalnya ongkos masih juga diperuncing oleh beredarnya obat palsu.
Soal kesehatan yang tak beres membuat bangsa ini rutin dikunjung wabah. Dari demam berdarah, malaria, TBC, bahkan hingga AIDS. Toh, penyakit ternyata jadi alat pelindung bagi para koruptor. Tiap sidang akan digelar, dengan cepat mereka sodorkan surat dokter ke para hakim. Surat dokter bagi para koruptor, nilainya seperti surat pengampunan.
Orang Miskin-lah yang jadi korban dari sistem kesehatan yang diktator ini. Buku ini meluapkan kembali kemarahan kita akan sistem kesehatan yang tak adil dan diskriminatif. Bagi Anda yang pernah menjadi korban penanganan dokter atau rumah sakit, buku ini menjadi teman berjuang yang tepat. Ayo kita lawan sistem kesehatan yang menindas ini!
(Semacam) Pendahuluan:
Dari Mana Asal Muasal Sebuah Penyakit? 1
Kisah Negeri Penuh Wabah 19
Wabah Yang Meneror Penduduk 20
Teror Menyerbu Tki Dan Medan Konflik 24
Mestinya Puskesmas Itu.... 29
Mewahnya Ilmu Medis 33
Pukulan Biaya Kesehatan 37
Pemerintah Tahu Nggak Sikh Soal Kesehatan?! 40
Lagi-Lagi, Penduduk Miskin Korbannya! 42
Kebijakan Ekonomi Harus Pro Kesehatan 45
Sakit Yang Miskin & Yang Kaya 53
Yang Miskin Yang Susah 53
Sakit Untuk Mereka Yang Kaya Dan Korup... 59
Siklus Orang Miskin Sakit.. 65
Usaha Pemerintah Yang Mengundang Banyak Tanda Tanya.. 74
Ilmu Medis Yang Pro Orang Tidak Mampu 80
Dunia Medis Yang Kapitalistik & Kejam 89
Kapitalisme Obat 89
Berebut Konsumen Dengan Siasat Licik 95
Malapraktik Dan Kebalnya Para Dokter! 106
Inilah Ujung Dari Sistem Kapitalisme Kesehatan 118
Surat Untuk Para Pekerja Kesehatan 124
Sumber Ilham 143
Penulis 145
Red Rebels : --
Jurnal: --
Resist Info :
• No 4/2004 - Panggil saja aku, George Bush!
"Penulis mungkin terkesan nyinyir. Ini bukan tanpa alasan, tapi karena memang predikat miskin bukan lagi sebuah status ekonomi, melainkan telah menjadi virus yang susah ditemukan obatnya." - Koran Tempo, Januari 2005
"Maka buku ini merekomendasikan sudah waktunya orang miskin menggugat! Akumulasi laba yang diperoleh oleh dokter, apoteker, perawat hingga perusahaan farmasi mestinya bisa digunakan untuk mendirikan lembaga pelayanan kesehatan yang murah dan cepat." - Bisnis Indonesia, 6 Februari 2005
"Buku Orang Miskin Dilarang Sakit yang dikerjakan Eko Prasetyo, seorang peneliti muda yang kritis dan energik, menjadi Buku Laris Minggu ini. Buku sebelumnya, Orang Miskin Dilarang Sekolah!, juga mendapat respon bagus." - Jawa Pos, 26 Desember 2004
"Para dokter, apoteker, perawat, produsen obat, dinas kesehatan, dan pekerja medis lainnya sebaiknya menyimak isi buku ini. Saatnya mengingat kembali nasib kaum miskin sambil menikmati kartun-kartun yang terasa menyentil di setiap lembar buku ini." - Pikiran Rakyat, 13 Desember 2004
"Dengan adanya buku ini, Eko Prasetyo mengharapkan adanya perubahan perilaku pelaku kesehatan yang berawal dari mencari keuntungan di atas penderitaan orang miskin menjadi perilaku sosial kemasyarakatan." - Pendapa Tamansiswa, Edisi 49 Tahun XVII 2005


