Para Penulis
Untuk mengenal sekilas profil penulis-penulis Resist Book, silakan klik pada abjad sesuai nama depan penulis.
A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z
 
 
Biografi Singkat  
Eko P Darmawan, lahir di Malang, 8 November 1973. Perjalanan hidupnya bagaikan sebuah gerak naik turun tiada henti. Menekuni literatur sufistik selama masa SMA, anti-pemikiran Barat saat awal-awal kuliah, kemudian belajar mengenal dunia hedonistik saat akhir-akhir kuliah sampai baru-baru ini, sambil di sela-sela itu mencicipi berbagai literatur aneh-aneh. Semuanya dijalani tapi tanpa pernah memuaskan kegelisahan dan keingintahuannya tentang berbagai alam psikologi manusia. Cita-cita terbesarnya ialah menguasai ilmu kewaskitaan, ilmu yang sanggup menilai karakter-karakter riil manusia-manusia di hadapannya dan atas dasar itu bisa meraba ke arah mana zaman ini akan bergerak dengan karakter-karakter semacam itu. Dia iri akan kehebatan agen-agen FBI dan CIA yang disaksikannya di film-film yang sanggup membedakan antara mana orang jahat dan orang baik, mana orang jujur dan orang yang membual, mana orang hebat dan mana orang keroco. Dia ingin kemampuan itu dimiliki bangsa ini agar mereka tak salah lagi memilih pemimpinnya, agar bangsa ini tak lagi menjadi bangsa yang mudah ditipu mentah-mentah oleh imperialisme asing. Selama ini, caranya untuk melatih pengetahuan tersebut ialah dengan bereksperimen pribadi, menggunakan dirinya menjadi sekian banyak karakter agar bisa dipahaminya lekuk-lekuk batin sekian karakter manusia. Letih dan bosan dalam proses pembelajaran demikian (karena batin manusia-manusia kecil itu gelap oleh gelora nafsu dan keserakahan yang tiada habis gelombangnya), kini dia memilih tetirah dan mengasyikkan diri menekuni menjelajahi dunia manusia besar di berbagai penjuru dunia dan bertekad mengabadikannya dalam bentuk karya-karya tulis untuk negeri ini. Pada akhirnya, dia mengakui bahwa tak ada karakter yang lebih melahirkan kedamaian dari karakternya manusia-manusia besar. Hanya saja, kadangkala masih muncul ketaksabarannya menghadapi kebebalan bangsa ini. Menulis adalah terapi untuk meredakan ketaksabaran itu.
Karyanya:
Eko Prasetyo,

seorang ayah, yang sementara ini mengontrak rumah di daerah Kotagede Yogyakarta, adalah alumnus Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII). Karirnya dimulai sebagai guru taman kanak-kanak, kemudian editor, dan sekarang lebih banyak menghabiskan waktunya di Resist Book serta PUSHAM UII. Sebagian kegiatannya dihabiskan untuk membaca, mengasuh anak, serta menonton sejumlah film. Pernah terlibat dalam TPM (Tim Pembela Muslim) untuk advokasi beberapa kasus hukum yang menimpa Laskar Jihad. Selain itu juga terlibat menulis buku untuk penerbitan Laskar Jihad yang berjudul "Tragedi Kebun Cengkeh" (2002) bersama Ustadz Ayip Syafruddin. Keterlibatan yang mendorongnya untuk terus berdoa, agar Islam sebagai agama menjadi kekuatan yang mampu melawan segala bentuk kesewenang-wenangan. Hingga kini ia memilih untuk mempercayai bahwa Tuhan sangat pemurah dan penyayang pada semua orang yang memiliki nyali untuk melawan penindasan.

Karyanya:
Eko Prasetyo (Malang), ini bukan figur yang sama dengan Eko Prasetyo sebelumnya, meskipun sama-sama pernah aktif di organisasi HMI. Eko Prasetyo ini lulus dari Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Malang. Sampai saat ini, di samping bekerja di Divisi Kajian di PUSPéK Averroes dan menjadi penerjemah buku freelance, ia banyak meluangkan waktu untuk belajar secara sungguh-sungguh filsafat, bahasan yang sangat berbeda dengan apa yang ia pelajari semasa kuliah.
Karyanya:
 
Switch language:
English
 
Kontak Langsung

menu produk resist
Jurnal Buku Red Rebels Komunitas Baca Pin Pricelist Buku
menu media resist
Resist Info Resensi Artikel
menu statistik website resist
Book submitted:
89
T-shirt Submitted:
86
Visited:
Online Visitor:
7
 
 
resistbook
resistbook